Minggu, 14 Mei 2023

Resensi Buku Atomic Habits - James Clear

 Resensi Buku Atomic Habits karya James Clear

      Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas buku yang telah saya baca yaitu Atomic Habits karya James Clear. Dalam buku ini membahas tentang perbuatan-perbuatan kecil yang berdampak pada perubahan besar. Orang yang terbaik adalah orang yang bisa konsisten pada perbuatan kecil dibanding dengan melakukan perbuatan besar tapi tidak konsisten.

        Hal yang saya suka dari buku ini yaitu tentang aturan 2 menit. Kebanyakan orang malas seringkali malas untuk melakukan kegiatan produktif seperti belajar, olahraga, dll. Tapi dengan melakukan aturan 2 menit itu mengarahkan pikiran kita menjadi mudah atau merasa gampang melakukan kegiatan tersebut, toh cuma 2 menit ya kan. Semisal badan kita ingin mempunyai otot, maka seringkali kita merasa malas untuk melakukan workout tapi bagaimana kalau melakukan push-up selama 2 menit? Tentu hal ini akan jauh lebih mudah bukan, hanya meluangkan waktu 2 menit setiap hari untuk melakukan push-up secara konsisten itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

      Bakat sebenarnya bisa didapatkan apabila terus dilatih sejak masih kita masih kecil. Ada sebuah kisah dari buku ini tentang anak-anak yang semenjak dilahirkan mereka terus dilatih bermain catur setiap hari hingga akhirnya bisa mengalahkan ayahnya pada usia 12 tahun, bahkan mereka berhasil menjadi juara catur dalam lomba-lomba yang telah diadakan. Jadi, bakat bisa didapatkan dengan kegiatan yang terus dilakukan sejak kecil.

        Cara menciptakan kebiasaan baik yaitu:

  1. Menjadikannya terlihat.
  2. Menjadikannya menarik.
  3. Menjadikannya mudah.
  4. Menjadikannya memuaskan.

        Cara menghentikan kebiasaan buruk yaitu:

  1. Menjadikannya tak terlihat.
  2. Menjadikannya tidak menarik.
  3. Menjadikannya sulit.
  4. Menjadikannya mengecewakan.

      Kesimpulannya: buku ini cocok dibaca bagi orang menerapkan kegiatan-kegiatan yang baik dan produktif akan tetapi sulit bagaimana cara menerapkannya dengan konsisten, alangkah baiknya membaca buku ini. Sekali lagi saya tegaskan kalau Atomic Habits adalah perbuatan kecil yang berdampak pada perubahan besar, maka jangan menganggap remeh perbuatan kecil meski hanya 2-5 menit akan tetapi dilakukan secara konsisten setiap hari, maka dampaknya akan kita rasakan setahun atau bahkan sebulan ke depan. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabakaratuh.

Rabu, 03 Mei 2023

Resensi Buku Deep Work - Cal Newport

Resensi Buku Deep Work - Kesungguhan Kerja karya Cal Newport




        Assalamu'alaikum, disini saya akan me-review salah satu buku yang saya baca yaitu Deep Work - Kesungguhan Kerja yang ditulis oleh Cal Newport. Buku tersebut menjelaskan tentang makna kesungguhan kerja yang sesungguhnya di dunia yang penuh dengan kesembarangan saat ini. Sering kali orang yang bekerja 8 jam, akan tetapi kerja yang sesungguhnya hanya 2 jam, sisanya hanya balas surel, lihat kotak masuk, meeting, dan sebagainya.

    Macam-macam filosofi untuk kesungguhan kerja :
  1. Filosofi monastik = berupaya memaksimalkan kesungguhan dengan mengeliminasi atau memimalkan secara radikal tugas-tugas ringan. Tugas ringan yang dimaksud seperti cek email, balas email, cek sosmed dsb, yang tidak berdampak pada kita. Filosofi ini membuat orang yang menjadi terisolasi dari dunia, sebab yang menerapkan filosofi ini hanya fokus pada kesungguhan kerja dan menghindari diri dari dunia yang selalu terhubung (internet).
  2. Filosofi bimodal = menyeimbangkan antara monastik dan pekerjaan ringan. Filosofi ini masih menerapkan filosofi monastik dengan tidak menghindari pekerjaan ringan. Jadi yang menerapkan filosofi ini semisal pagi-sore dipakai untuk kesungguhan kerja sedangkan malam dipakai untuk pekerjaan ringan contoh cek wa, email, dsb, masih terhubung dengan internet.
  3. Filosofi ritmis = filosofi ini lebih seperti melakukan penjadwalan. Semisal membuat jadwal bahwa pada jam sekian aku harus ngoding (membuat kode), dan ini dilakukan rutin setiap hari.
  4. Filosofi jurnalistik = filosofi ini untuk orang-orang yang sudah terbiasa melakukan kesungguhan kerja karena filosofi ini yang paling berat. Filosofi ini menerapkan sistem kesungguhan kerja kapan pun dan di mana pun, semisal ketika sedang berlibur bersama teman, dia bisa memisahkan diri ke kamar sementara untuk mengerjakan buku, sementara temannya sedang bersantai di teras.  
      Berbagai filosofi di atas dapat dijadikan acuan untuk kesungguhan kerja kita, kita bisa memilih salah satu dari filosofi di atas untuk menyesuaikan dengan kesungguhan kerja kita. Kebanyakan orang yang melakukan kesungguhan kerja itu orangnya selalu sendiri, sebagai contoh JK.Rowling pembuat novel Harry Potter, dalam penulisan seri terakhir buku Harry Potter, beliau lebih memilih memesan hotel dengan harga yang cukup tinggi dibanding mengerjakan di rumahnya untuk menyelesaikan buku tersebut, alasannya di rumahnya ada anjing yang menggonggong atau ada anaknya yang sering kali fokus beliau terganggu. Salah satu quotes dari ilmuwan jenius yaitu Nikola Tesla : Be alone, that is the secret of invention; be alone, that is when ideas are born.

    Meninggalkan media sosial adalah hal yang sepatutnya dilakukan untuk menerapkan konsep kesungguhan kerja yang sebenarnya, penulis buku tersebut mengaku tidak mempunyai akun media sosial sebab media sosial akan membuat kehilangan fokus. Memang media sosial itu dibuat untuk kecanduan seperti yang dijelaskan dalam dokumenter Netflix yang berjudul The Social Dilemma. Anda wajib nonton dokumenter tersebut jika ingin mengetahui dampak dari media sosial, diantaranya membuat kesungguhan kerja menjadi hilang. Oh iya jika ingin off dari social media menurut buku tersebut sebaiknya jangan bilang-bilang ya :D. Sekian dan terima kasih. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah - Eric Barker

 Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah karya Eric Barker Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya aka...