Minggu, 17 September 2023

Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah - Eric Barker

 Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah karya Eric Barker




Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya akan menulis resensi buku mendaki tangga yang salah. Buku ini menggambarkan tentang sebagian besar hal yang kita ketahui tentang kesuksesan adalah salah besar.

Kebanyakan orang mengira bahwa orang-orang sukses merupakan orang yang bermain aman dan mengikuti sistem yang diterapkan secara global, padahal justru sebaliknya, orang yang tidak terlalu mengikuti sistem cenderung lebih sukses dibandingkan orang yang bermain aman. Pada buku ini pula dijelaskan mengapa orang yang sering rangking satu di kelas justru sering mendapatkan kesulitan finansial atau berpenghasilan segitu-gitu aja dibanding orang bodoh/rata-rata di kelas yang cenderung lebih merdeka secara finansial. Orang-orang terkaya di dunia seperti Bill Gates, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg justru mereka kebanyakan DO (drop out) dari kuliah. Bahkan perbedaan orang kaya dan orang miskin yang diceritakan dari buku "Rich Dad Poor Dad" karya Robert Kiyosaki, orang yang lulusan SD malah lebih kaya dan merdeka finansial dibandingkan orang yang berpendidikan/tamatan kuliah.

Penilaian saya pribadi menyukai buku ini, namun pada akhir buku saya agak sedikit bosan dengan pemaparannya. Demikian yang bisa saya sampaikan, terima kasih. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Minggu, 03 September 2023

Resensi Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar - Richard Carlson

Resensi Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar karya Richard Carlson



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya telah membaca buku "Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar". Buku ini membahas tentang jangan memusingkan hal-hal kecil. Inti keseluruhan isi buku ini menyuruh kita untuk selalu bersyukur atas apapun hal yang terjadi.

Manfaat yang saya peroleh dari buku ini :

  1. Menjadi lebih sabar.
  2. Tidak menganggap remeh orang lain.
  3. Selalu bersyukur setiap saat.
  4. Jangan pernah menyesal setelah mengambil keputusan.
  5. Inisiatif untuk berbuat baik tanpa disuruh.
Demikian yang dapat saya sampaikan dari tulisan yang singkat ini hehe, terima kasih, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Kamis, 31 Agustus 2023

Resensi Buku Di Balik Runtuhnya Turki Utsmani - Deden A. Herdiansyah

Resensi Buku Di Balik Runtuhnya Turki Utsmani karya Deden A. Herdiansyah






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, buku kali ini yang akan saya review yaitu "Di Balik Runtuhnya Turki Utsmani". Di dalam buku ini diceritakan rahasinya dibalik runtuhnya Turki Utsmani. Di mana dalam bukunya diketahui bahwa adanya organisasi rahasia yang berkonspirasi untuk menggulingkan sultan ke-34 yaitu Sultan Abdul Hamid II, organisasi rahasia ini bernama Freemason. Organisasi tersebut mendanai Gerakan Turki Muda dan Komite Persatuan dan Kemajuan untuk menggulingkan Sultan Abdul Hamid II. Bisa dilihat dari catatan harian Sultan Abdul Hamid II : 

Saat ini harus dilakukan pembenahan terhadap sejarah, tentang siapa orang-orang yang menamakan dirinya sebagai "Orang-orang gerakan Turki Muda" atau "Gerakan Turki Muda (Turkiye Fatat)", dan juga tentang status mereka sebagai anggota Freemansory. Aku berhasil mengetahui sebagai bagian dari Freemansory, dan mereka sangat erat hubungannya dengan Freemansory perwakilan Inggris.

Berbagai perlawanan telah dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid II yaitu dibangunnya Pan-Islamisme, rel kereta api Hijaz yang menghubungkan dari Syria ke Madinah, dan juga dibentuknya agen-agen intelijen. Dari usaha yang telah dilakukan beliau telah mempertahankan kekuasaannya selama 33 tahun. Dan pada tahun 1909 beliau lengser dan diasingkan Thessaloniki. Sekian review dari saya. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Minggu, 14 Mei 2023

Resensi Buku Atomic Habits - James Clear

 Resensi Buku Atomic Habits karya James Clear

      Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas buku yang telah saya baca yaitu Atomic Habits karya James Clear. Dalam buku ini membahas tentang perbuatan-perbuatan kecil yang berdampak pada perubahan besar. Orang yang terbaik adalah orang yang bisa konsisten pada perbuatan kecil dibanding dengan melakukan perbuatan besar tapi tidak konsisten.

        Hal yang saya suka dari buku ini yaitu tentang aturan 2 menit. Kebanyakan orang malas seringkali malas untuk melakukan kegiatan produktif seperti belajar, olahraga, dll. Tapi dengan melakukan aturan 2 menit itu mengarahkan pikiran kita menjadi mudah atau merasa gampang melakukan kegiatan tersebut, toh cuma 2 menit ya kan. Semisal badan kita ingin mempunyai otot, maka seringkali kita merasa malas untuk melakukan workout tapi bagaimana kalau melakukan push-up selama 2 menit? Tentu hal ini akan jauh lebih mudah bukan, hanya meluangkan waktu 2 menit setiap hari untuk melakukan push-up secara konsisten itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

      Bakat sebenarnya bisa didapatkan apabila terus dilatih sejak masih kita masih kecil. Ada sebuah kisah dari buku ini tentang anak-anak yang semenjak dilahirkan mereka terus dilatih bermain catur setiap hari hingga akhirnya bisa mengalahkan ayahnya pada usia 12 tahun, bahkan mereka berhasil menjadi juara catur dalam lomba-lomba yang telah diadakan. Jadi, bakat bisa didapatkan dengan kegiatan yang terus dilakukan sejak kecil.

        Cara menciptakan kebiasaan baik yaitu:

  1. Menjadikannya terlihat.
  2. Menjadikannya menarik.
  3. Menjadikannya mudah.
  4. Menjadikannya memuaskan.

        Cara menghentikan kebiasaan buruk yaitu:

  1. Menjadikannya tak terlihat.
  2. Menjadikannya tidak menarik.
  3. Menjadikannya sulit.
  4. Menjadikannya mengecewakan.

      Kesimpulannya: buku ini cocok dibaca bagi orang menerapkan kegiatan-kegiatan yang baik dan produktif akan tetapi sulit bagaimana cara menerapkannya dengan konsisten, alangkah baiknya membaca buku ini. Sekali lagi saya tegaskan kalau Atomic Habits adalah perbuatan kecil yang berdampak pada perubahan besar, maka jangan menganggap remeh perbuatan kecil meski hanya 2-5 menit akan tetapi dilakukan secara konsisten setiap hari, maka dampaknya akan kita rasakan setahun atau bahkan sebulan ke depan. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabakaratuh.

Rabu, 03 Mei 2023

Resensi Buku Deep Work - Cal Newport

Resensi Buku Deep Work - Kesungguhan Kerja karya Cal Newport




        Assalamu'alaikum, disini saya akan me-review salah satu buku yang saya baca yaitu Deep Work - Kesungguhan Kerja yang ditulis oleh Cal Newport. Buku tersebut menjelaskan tentang makna kesungguhan kerja yang sesungguhnya di dunia yang penuh dengan kesembarangan saat ini. Sering kali orang yang bekerja 8 jam, akan tetapi kerja yang sesungguhnya hanya 2 jam, sisanya hanya balas surel, lihat kotak masuk, meeting, dan sebagainya.

    Macam-macam filosofi untuk kesungguhan kerja :
  1. Filosofi monastik = berupaya memaksimalkan kesungguhan dengan mengeliminasi atau memimalkan secara radikal tugas-tugas ringan. Tugas ringan yang dimaksud seperti cek email, balas email, cek sosmed dsb, yang tidak berdampak pada kita. Filosofi ini membuat orang yang menjadi terisolasi dari dunia, sebab yang menerapkan filosofi ini hanya fokus pada kesungguhan kerja dan menghindari diri dari dunia yang selalu terhubung (internet).
  2. Filosofi bimodal = menyeimbangkan antara monastik dan pekerjaan ringan. Filosofi ini masih menerapkan filosofi monastik dengan tidak menghindari pekerjaan ringan. Jadi yang menerapkan filosofi ini semisal pagi-sore dipakai untuk kesungguhan kerja sedangkan malam dipakai untuk pekerjaan ringan contoh cek wa, email, dsb, masih terhubung dengan internet.
  3. Filosofi ritmis = filosofi ini lebih seperti melakukan penjadwalan. Semisal membuat jadwal bahwa pada jam sekian aku harus ngoding (membuat kode), dan ini dilakukan rutin setiap hari.
  4. Filosofi jurnalistik = filosofi ini untuk orang-orang yang sudah terbiasa melakukan kesungguhan kerja karena filosofi ini yang paling berat. Filosofi ini menerapkan sistem kesungguhan kerja kapan pun dan di mana pun, semisal ketika sedang berlibur bersama teman, dia bisa memisahkan diri ke kamar sementara untuk mengerjakan buku, sementara temannya sedang bersantai di teras.  
      Berbagai filosofi di atas dapat dijadikan acuan untuk kesungguhan kerja kita, kita bisa memilih salah satu dari filosofi di atas untuk menyesuaikan dengan kesungguhan kerja kita. Kebanyakan orang yang melakukan kesungguhan kerja itu orangnya selalu sendiri, sebagai contoh JK.Rowling pembuat novel Harry Potter, dalam penulisan seri terakhir buku Harry Potter, beliau lebih memilih memesan hotel dengan harga yang cukup tinggi dibanding mengerjakan di rumahnya untuk menyelesaikan buku tersebut, alasannya di rumahnya ada anjing yang menggonggong atau ada anaknya yang sering kali fokus beliau terganggu. Salah satu quotes dari ilmuwan jenius yaitu Nikola Tesla : Be alone, that is the secret of invention; be alone, that is when ideas are born.

    Meninggalkan media sosial adalah hal yang sepatutnya dilakukan untuk menerapkan konsep kesungguhan kerja yang sebenarnya, penulis buku tersebut mengaku tidak mempunyai akun media sosial sebab media sosial akan membuat kehilangan fokus. Memang media sosial itu dibuat untuk kecanduan seperti yang dijelaskan dalam dokumenter Netflix yang berjudul The Social Dilemma. Anda wajib nonton dokumenter tersebut jika ingin mengetahui dampak dari media sosial, diantaranya membuat kesungguhan kerja menjadi hilang. Oh iya jika ingin off dari social media menurut buku tersebut sebaiknya jangan bilang-bilang ya :D. Sekian dan terima kasih. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah - Eric Barker

 Resensi Buku Mendaki Tangga Yang Salah karya Eric Barker Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya aka...